PGRI dan Ketangguhan Guru Menghadapi Perubahan

Dalam lanskap pendidikan tahun 2026, perubahan bukan lagi terjadi dalam hitungan tahun, melainkan bulan atau bahkan minggu. Munculnya teknologi AI yang kian canggih dan pergeseran kebijakan yang dinamis menuntut satu kualitas utama: ketangguhan (resilience).

PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai sistem pendukung yang memastikan guru Indonesia tidak hanya “bertahan” di tengah badai perubahan, tetapi justru “menunggangi” ombak perubahan tersebut untuk naik kelas.


1. Ketangguhan Intelektual: Literasi Tanpa Henti (SLCC)

Ketangguhan dimulai dari rasa percaya diri atas kompetensi yang dimiliki. Guru yang takut pada teknologi adalah guru yang rapuh.

2. Ketangguhan Mental & Hukum: Keberanian Mendidik (LKBH)

Perubahan sosial sering kali membuat guru ragu dalam mengambil tindakan pendisiplinan karena takut akan konsekuensi hukum.


3. Ketangguhan Moral: Marwah di Era Disrupsi (DKGI)

Di tengah banjir informasi dan perubahan nilai, ketangguhan moral menjadi kompas bagi pendidik.

  • Integritas sebagai Identitas: Melalui DKGI (Dewan Kehormatan Guru Indonesia), PGRI memperkuat jati diri guru sebagai teladan. Ketangguhan ini memastikan guru tidak mudah goyah oleh tren digital yang mungkin merusak etika dan marwah profesi.

  • Saling Menjaga: PGRI membangun budaya di mana sesama guru saling mengingatkan untuk menjaga kode etik, menciptakan komunitas yang memiliki kekebalan moral kolektif.

4. Ketangguhan Sosial: Solidaritas Unitaristik (Satu Jiwa)

Ketangguhan sejati lahir dari kebersamaan. Guru yang terisolasi akan mudah patah semangat.

  • Semangat Satu Rasa, Satu Jiwa: PGRI menyatukan guru ASN, PPPK, dan Honorer. Ketangguhan sosial ini memastikan bahwa aspirasi guru—mulai dari kesejahteraan hingga status kerja—disuarakan secara masif dan kompak.

  • Support System Ranting: Di tingkat sekolah, PGRI menjadi tempat berbagi keluh kesah. Sinergi ini memastikan kesehatan mental guru terjaga, sehingga mereka tetap tangguh menghadapi beban kerja yang tinggi.


Tabel: Profil Guru Tangguh bersama PGRI

DimensiTantangan PerubahanPeran PGRI dalam Membangun Ketangguhan
KompetensiDisrupsi AI & Teknologi.Pelatihan adaptif & inovatif via SLCC.
KeamananRisiko kriminalisasi.Advokasi & bantuan hukum via LKBH.
EtikaDegradasi moral digital.Penguatan kode etik & marwah via DKGI.
SolidaritasFragmentasi status pegawai.Penyatuan visi dalam semangat Unitarisme.

Kesimpulan:

Ketangguhan guru di bawah naungan PGRI adalah ketangguhan yang menyeluruh—cerdas secara intelektual, aman secara hukum, teguh secara moral, dan kuat secara sosial. PGRI memastikan guru Indonesia adalah subjek perubahan, bukan sekadar objek dari kebijakan yang berubah-ubah.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Large storage vaults at Safe Haven Private Vaults

Private Vaults

Why you should choose a private vault over a bank to store your assets? 1. Enhanced Security and Peace of Mind When it comes to

Read More »

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fill out the form to get 3 months free!